PELALAWAN, SENTRALNEWS88.COM — Pembangunan rabat beton yang bersumber dari Dana (DD) Tahun Anggaran 2026 di RT 09/RW 01 Desa Bandar Panjang, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah titik keretakan pada permukaan beton.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan dokumentasi yang diterima media, terlihat sedikitnya lima titik keretakan pada badan rabat beton. Kondisi tersebut terlihat pada beberapa bagian sambungan maupun permukaan beton.
Pada papan informasi kegiatan disebutkan pembangunan tersebut merupakan kegiatan Pembangunan Rabat Beton, dengan volume 0,15 meter x 3 meter x 80 meter. Anggaran yang tercantum sebesar Rp94 juta, dengan sumber dana Dana Desa (DD) Tahun 2026.
Kondisi fisik tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Desa Bandar Panjang, Maliki, pada Jumat (28/8/2026).
Melalui pesan WhatsApp, awak media meminta penjelasan terkait penyebab munculnya keretakan pada rabat beton tersebut sekaligus meminta klarifikasi mengenai kualitas pekerjaan.
Menanggapi hal itu, Maliki menyampaikan akan terlebih dahulu melakukan pengecekan ke lapangan.
“Coba nanti mbo cek dulu di lapangan, terima kasih sudah ada saran untuk kegiatan desa,” jawab Maliki.
Namun, selain persoalan fisik pembangunan, awak media juga meminta klarifikasi mengenai penyaluran BLT Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2026 menyusul adanya laporan dari masyarakat penerima manfaat.
Seorang warga yang mengaku sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menyebut menerima BLT-DD dengan nominal berbeda pada setiap periode.
Untuk Januari–Februari 2026, warga mengaku menerima Rp400 ribu. Kemudian pada Maret–April menerima Rp600 ribu, sedangkan untuk Mei–Juni kembali menerima Rp400 ribu.
Atas informasi tersebut, awak media mempertanyakan kepada Kades Maliki mengenai besaran BLT yang ditetapkan dalam APBDes 2026 serta nominal BLT per KPM setiap bulan.
Media juga meminta penjelasan mengapa terdapat pembayaran Rp400 ribu untuk dua bulan, sementara periode Maret–April mencapai Rp600 ribu.
Selain itu, Kades diminta menjelaskan dasar perubahan nominal BLT dari Rp300 ribu menjadi Rp200 ribu, sebagaimana informasi yang sebelumnya disampaikan terkait penyaluran BLT.
Pertanyaan lain yang disampaikan mencakup total anggaran BLT Desa 2026 dan jumlah KPM penerima BLT-DD di Desa Bandar Panjang.
Namun hingga berita ini ditulis, Maliki belum memberikan jawaban substantif mengenai rincian anggaran, jumlah KPM maupun dasar penetapan nominal BLT tersebut.
Dua Persoalan Menunggu Penjelasan
Dengan adanya dua persoalan tersebut, yakni kondisi fisik rabat beton yang ditemukan retak dan perbedaan nominal penyaluran BLT-DD, transparansi penggunaan Dana Desa di Desa Bandar Panjang menjadi perhatian masyarakat.
Untuk pembangunan rabat beton, penjelasan mengenai penyebab keretakan penting disampaikan agar masyarakat mengetahui apakah kondisi tersebut merupakan retak rambut akibat proses pengeringan, persoalan sambungan, mutu material, metode pengerjaan, kondisi dasar tanah, atau faktor teknis lainnya.
Sementara untuk BLT-DD, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai dasar penganggaran dan nominal yang ditetapkan dalam dokumen resmi desa, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan mengenai perbedaan jumlah bantuan yang diterima KPM.
Media masih memberikan ruang kepada Pemerintah Desa Bandar Panjang untuk memberikan penjelasan secara lengkap terkait kedua persoalan tersebut.
Catatan redaksi: Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, belum dapat disimpulkan bahwa keretakan rabat beton disebabkan kesalahan konstruksi atau bahwa terjadi penyimpangan dalam penyaluran BLT. Kedua hal tersebut masih membutuhkan verifikasi dokumen dan klarifikasi dari pihak terkait.
TIM




