PELALAWAN, SENTRALNEWS88.COM - Bangunan Koperasi Merah Putih (Kopdes KMP) Desa Pematang Tinggi dan Bukit Lembah Subur terpantau Rabu 3 Juli 2026 belum selesai. Kepala tukang disebut memiliki 7 (tujuh) titik proyek terdiri bangunan dan besi. Kopdes KMP di Desa Bukit Lembah Subur belum selesai sementara di Desa Pematang Tinggi ditarget selesai satu bulan namun sudah 6 (enam) bulan belum selesai dan justru pengerjaan Kopdes KMP Desa Lipai Bulan sudah dikerjakan diduga pembangunan jadi pundi proyek bisnis jadi sorotan publik. Fenomena itu tepatnya di Jl Poros SP4a dan Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Pantauan dilapangan terlihat pembangunan Kopdes KMP Desa Pematang Tinggi dan Desa Bukit Lembah Subur belum rampung disebut sudah berjalan 6 (enam) bulan belum rampung akan tetapi kepala tukang sudah mengambil proyek mengerjakan bangunan Kopdes KMP Desa Lipai Bulan.
Pekerja mengaku sebagai anggota baru kerja harian sejumlah 3 (tiga) orang dibagian besi sudah berkerja satu bulan dengan kepala borongan disebut Oki sebagai kepala tukang sedang mengerjakan bangunan Kopdes KMP di Desa Lipai Bulan.
Seterusnya ia menyebutkan kepala borongan memiliki 7 titik kegiatan proyek terdiri dari 4 titik dibidang bangunan di Desa Bukit Lembah Subur, Desa Pematang Tinggi, Desa Lipai Bulan dan Desa Kapau serta terdiri dari 3 Titik dibidang Besi Desa Bukit Lembah Subur dan Desa Pematang Tinggi dan Desa Kapau.
Pekerja mengakui pekerja banyak sebelumnya berasal dari medan karena pengerjaan sering ulang sehingga tidak kerja lagi. Sedangkan pekerja baru sejumlah 3 orang berasal satu orang dari rohil dan dua orang dari sumbar. Pekerjaan yang dilakukan pada bagian atap belakang Kopdes KMP Desa Pematang Tinggi yang belum selesai yang diminta diselesaikan dalam satu Minggu.
Selain itu, bangunan Kopdes KMP Desa Bukit Lembah Subur juga belum selesai. Pekerjaan sebelumnya hanya menaikan kuda-kuda dalam kurun 2 hari dan akan dilanjutkan setelah Kopdes KMP Pematang Tinggi selesai dikerjakan.
Pekerja sebut terkait gaji atau pinjaman dibandingkan tempat lain bangun Kopdes KMP tiap Minggu sekali sedangkan tempat kerja baru mereka dua Minggu bahkan bisa sampai satu bulan.
Menurut informasi yang dihimpun proyek pembangunan Kopdes KMP bersumber dana dari pusat dan masuk anggaran tahun 2026 yang diurus militer dan pekerjaan disebut pekerja dari masyarakat desa yang ditunjuk berdasarkan pengalaman dan pekerjaan ditarget 29 Januari selesai.
Anggaran bangun Kopdes KMP sebesar Rp.1,6 miliar dan isi koperasi sebesar Rp. 1,4 miliar dengan total semuanya Rp. 3 miliar. Namun janggalnya informasi pekerja dilapangan berasal dari luar daerah dan pembangunan Kopdes KMP sudah 6 (enam) bulan belum selesai.
Selain itu, pembangunan Kopdes KMP tiap desa hanya disuruh menyediakan tempat dan target anggaran diajukan 3 bulan dan bila kurang dari itu dianggap bagus. jumlah pekerja di awal Januari sejumlah 9 orang dan jam kerja pagi pukul 07.30 WIB dan Sore pukul 17.00 WIB pulang.
Tugas kegiatan dikerjakan disebut dilaporkan setiap pagi sebelum jam 11 setiap barang masuk dan diikuti kuintansi.
Ironisnya menurut informasi kepala borongan dan bawahan kantor mendapatkan tekanan termasuk Babinsa dari komando dengan alasan karena saling tekan untuk sistem percepatan dan setiap ada kendala dilaporkan.
Seterusnya, material barang dikondisikan atasan termasuk sumber barang material dan toko ditentukan sedangkan di pulau jawa disebut perorangan. pengerjaan Kopdes KMP yang katanya dilaksanakan serentak se-Indonesia namun diawal yang sudah selesai kabupaten sragen Provinsi Jawa Tengah.
Kemudian disebut Kepala tukang membandingkan pemborong lain mendapatkan proyek 17 titik dibagian atap dengan penawaran 1 titik Rp. 250 juta tidak termakan dimana seharusnya Rp. 270 juta dari anggaran 1,6 miliar tersebut sebagai sudut pandang diduga jadi pundi proyek bisnis.
Mirisnya disebut pengerjaan Kopdes KMP Desa Lipai Bulan sudah dilakukan sementara Pembangunan Kopdes KMP Desa Pematang Tinggi dan Desa Bukit Lembah Subur belum selesai dan progres.
Disamping itu, perekrutan pengadaan tahap pertama SDM KDKMP Tahun 2026 dilaksanakan serentak se-Indonesia sudah memasuki rangkaian tahapan terakhir hingga menunggu penempatan, sementara diantaranya pembangunan Kopdes KMP di Kecamatan Kerumutan dinilai belum selesai.
Tim media mengkonfirmasi Oki, Kepala Borongan melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/6) terkait kendala pembangunan Kopdes KMP belum selesai dan perkiraan waktu selesai pembangunan namun diduga bungkam hingga berita ini diturunkan.
Awak media juga membuka ruang hak jawab kepada pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai amanat undang-undang 40 Tahun 1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik (KEJ).
TIM


