PELALAWAN, SENTRALNEWS88.COM – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes KMP) di Desa Pematang Tinggi dan Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menjadi sorotan publik. Hingga awal Juli 2026, proyek yang menurut informasi telah dimulai sejak akhir Desember 2025 itu belum juga rampung, meski target penyelesaiannya disebut hanya sekitar satu bulan.
Pantauan di lokasi pada Rabu (1/7/2026) menunjukkan bangunan masih jauh dari selesai. Sebagian atap belum terpasang, pekerjaan dinding dan rangka besi masih berlangsung, sementara material bangunan masih bertumpuk di sekitar lokasi. Papan nama bangunan juga terlihat mengalami kerusakan dan disebut telah disimpan di dalam gudang. Di sisi lain, material kaca telah tersedia, namun pemasangan keramik dan sejumlah pekerjaan lainnya belum dikerjakan.
Seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan dirinya bersama dua rekannya baru bekerja di bagian besi sejak pertengahan Juni 2026. Menurutnya, pemborong yang menangani pekerjaan juga mengerjakan proyek Kopdes Merah Putih di sejumlah desa lain, yakni Desa Kopau, Desa Bukit Lembah Subur, Desa Pematang Tinggi, dan Desa Lipai Bulan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal pembangunan jumlah pekerja lebih banyak, namun beberapa pekerjaan harus dibongkar dan dikerjakan ulang karena hasil pemasangan dinilai tidak sesuai.
Pekerja tersebut juga menyebut sejumlah kendala teknis, di antaranya pemasangan gording atap yang harus diperbaiki karena tidak rata, pekerjaan talang yang berulang akibat perbedaan elevasi, hingga pembongkaran kembali besi angker karena tidak sesuai dengan posisi rangka atap. Menurutnya, saat ini pekerjaan di lokasi hanya ditangani tiga orang pekerja bagian besi, sementara pekerjaan di lokasi lain tetap berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan Kopdes Merah Putih disebut menggunakan anggaran pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar untuk pembangunan fisik, sedangkan sekitar Rp1,4 miliar dialokasikan untuk pengadaan perlengkapan koperasi sehingga total anggaran diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Pembangunan disebut dilaksanakan melalui unsur Kodim, sementara pemerintah desa hanya menyediakan lahan dan baru akan menerima bangunan setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
Meski demikian, molornya penyelesaian proyek selama sekitar enam bulan memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pelaksanaan pekerjaan. Informasi yang diperoleh media menyebut adanya sistem percepatan pekerjaan yang disertai pelaporan rutin setiap hari, namun di lapangan proyek masih belum selesai. Selain itu, muncul keterangan bahwa sebagian besar pekerja berasal dari luar daerah, berbeda dengan informasi awal yang menyebut tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.
Di sisi lain, sumber di lapangan juga mengungkapkan bahwa pemborong menangani hingga belasan titik proyek Kopdes Merah Putih secara bersamaan. Bahkan, menurut informasi yang diterima, pengerjaan di Desa Lipai Bulan telah dimulai ketika pekerjaan di Desa Pematang Tinggi belum sepenuhnya selesai.
Untuk memperoleh konfirmasi, tim media telah menghubungi Oki selaku kepala tukang melalui pesan WhatsApp pada Kamis (2/7/2026), guna meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Pematang Tinggi dan Desa Bukit Lembah Subur belum rampung serta perkiraan waktu penyelesaiannya. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pelaksana proyek, instansi terkait, maupun pihak berwenang apabila terdapat penjelasan tambahan mengenai progres pembangunan maupun penggunaan anggaran proyek tersebut.
TIM


