JAKARTA, SENTRALNEWS88.COM – Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan aliran dana miliaran rupiah yang disebut-sebut mengalir kepada sejumlah pejabat Bea Cukai, termasuk Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama dikutip dari RMOL.ID, Senin (15/6/2026).
Pengungkapan tersebut disampaikan jaksa saat memeriksa terdakwa John Field, bos perusahaan kargo Blueray Cargo, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Dalam sidang itu, jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang memuat rincian dugaan pembagian uang kepada sejumlah pejabat DJBC.
John Field membenarkan adanya penggunaan kode khusus untuk para penerima dana. Kode BC1 disebut merujuk kepada Djaka Budi Utama, BC2 untuk Rizal yang saat itu menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, sedangkan BC3 mengacu kepada Sisprian Subiaksono yang menjabat Kasubdit Intelijen P2 DJBC. Menurut John, kode-kode tersebut disampaikan secara lisan oleh Orlando Hamonangan, yang ketika itu menjabat Kepala Seksi Intelijen DJBC.
Dalam persidangan terungkap, pada Juli 2025 terdapat akumulasi pemberian dana sebesar Rp8,2 miliar. Dari jumlah tersebut, BC1 atau Djaka Budi Utama disebut menerima Rp3 miliar, BC2 menerima Rp2 miliar, dan BC3 menerima Rp1 miliar. Rincian serupa kembali muncul dalam bulan-bulan berikutnya dengan nominal total yang bahkan mencapai Rp8,95 miliar setiap bulan.
Jaksa kemudian membeberkan pola pemberian yang disebut berlangsung secara rutin sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026. Dalam setiap periode tersebut, kode BC1 disebut memperoleh Rp3 miliar per bulan, BC2 Rp2 miliar per bulan, dan BC3 Rp1 miliar per bulan. Keterangan itu dibenarkan oleh John Field di hadapan majelis hakim.
Jika dihitung berdasarkan keterangan yang dibacakan jaksa, total dana yang diduga dialokasikan untuk BC1 selama tujuh bulan berturut-turut mencapai sedikitnya Rp21 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam persidangan karena menyangkut pejabat tertinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Jaksa juga mendalami keyakinan John Field bahwa uang tersebut benar-benar sampai kepada pihak yang dimaksud dalam kode-kode tersebut. John mengaku mempercayai pernyataan Orlando Hamonangan karena selama proses berlangsung tidak pernah ada keluhan ataupun informasi bahwa dana yang diserahkan tidak sampai kepada penerima yang dituju.
Meski demikian, dugaan penerimaan uang tersebut masih menjadi bagian dari proses pembuktian di persidangan. Keterangan yang disampaikan terdakwa dan dibacakan jaksa akan diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, serta fakta-fakta hukum lainnya sebelum majelis hakim mengambil kesimpulan akhir dalam perkara yang tengah ditangani KPK tersebut.***

