PEKANBARU, SENTRALNEWS88.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok Biosolar subsidi di Provinsi Riau dalam kondisi aman meskipun antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU dikutip dari cakaplah.com.
Untuk mengantisasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, alokasi Biosolar Riau pada Triwulan III Tahun 2026 ditambah lebih dari 10 ribu kiloliter (KL). Penambahan kuota tersebut dilakukan setelah terjadi lonjakan penyaluran Biosolar hingga sekitar 20 persen dibandingkan April 2026.
Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan peningkatan konsumsi terjadi seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat dan meningkatnya pelayanan penyaluran di SPBU maupun SPBU Kompak.
“Tren penyaluran dari April hingga saat ini meningkat kurang lebih 20 persen,” ujar Wilson.
Menghadapi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina meminta seluruh SPBU memperpanjang jam operasional, menambah jalur pengisian (nozzle), serta mempercepat pelayanan kepada konsumen. Pertamina juga menambah armada mobil tangki dan mengoptimalkan distribusi BBM hingga di luar jam operasional reguler.
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana, menegaskan pasokan Biosolar dan Pertalite untuk wilayah Riau masih mencukupi, termasuk untuk daerah pesisir yang dilayani SPBU Kompak.
Menurutnya, antrean yang terjadi tidak semata-mata disebabkan keterbatasan stok, tetapi juga meningkatnya konsumsi akibat peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi karena disparitas harga yang cukup tinggi. Selain itu, kendaraan dari luar daerah yang melintas di Riau turut menambah volume pengisian di SPBU.
“Pada prinsipnya kami siap melayani kebutuhan masyarakat. Kuota Biosolar dan Pertalite pada Triwulan III juga sudah mendapat tambahan,” kata Tuah.
Untuk mengurangi antrean, sejumlah SPBU memperpanjang jam layanan hingga pukul 24.00 WIB dan menambah jumlah dispenser pengisian. Pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperketat melalui sistem barcode, pemantauan CCTV selama 24 jam, audit rutin, serta pengawasan aparat penegak hukum.
Hiswana Migas dan Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi penyaluran BBM subsidi dan melaporkan dugaan penyimpangan melalui Pertamina Call Center 135.
Di sisi lain, Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait ketersediaan Biosolar. FKPMR menilai isu kelangkaan BBM subsidi sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan keresahan apabila disertai penyebaran informasi yang tidak akurat.
FKPMR juga berharap Pemerintah Provinsi Riau kembali mengusulkan penambahan kuota Biosolar pada Triwulan IV Tahun 2026 agar kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun dapat terpenuhi.*

