PELALAWAN, SENTRALNEWS88.COM – Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Kompak 16.283.084 Air Kuning, Jalan Expan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menjadi sorotan. Selain berdasarkan informasi masyarakat, tim media juga memperoleh dokumentasi foto yang dinilai mengindikasikan pengisian BBM subsidi ke dalam jeriken yang berada di bak mobil pikap yang ditutup terpal.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, terlihat sebuah mobil pikap putih melakukan pengisian Pertalite. Nilai transaksi pada dispenser BBM terlihat mencapai sekitar Rp660 ribu.
Dalam dokumentasi yang diperoleh tim media, tutup tangki pengisian bahan bakar kendaraan tampak dalam kondisi tertutup, sementara bagian bak mobil ditutup menggunakan terpal. Tim media juga mendokumentasikan seseorang yang berada di dekat kendaraan diduga memegang plastik yang diduga akan digunakan untuk menutup jeriken.
Tim media menegaskan bahwa foto-foto tersebut merupakan indikasi yang menurut mereka perlu didalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum dan bukan merupakan kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana.
Selain itu, masyarakat sebelumnya juga menyampaikan informasi yang disertai foto dan video bahwa pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 03.29 WIB diduga terjadi pengisian BBM Solar subsidi menggunakan nozzle dari arah atas bak mobil pikap hitam yang tertutup terpal, bukan melalui lubang tangki kendaraan. Informasi tersebut juga telah diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pendalaman.
Penanggung Jawab SPBU Belum Memberikan Jawaban
Untuk memperoleh klarifikasi, tim media telah menghubungi penanggung jawab SPBU Kompak 16.283.084 Air Kuning melalui pesan WhatsApp pada Selasa (28/7/2026).
Konfirmasi tersebut mempertanyakan apakah benar SPBU melayani pengisian Pertalite ke mobil pikap putih yang diduga membawa puluhan jeriken di dalam bak kendaraan serta dugaan pengisian Solar subsidi pada 15 Juli 2026.
Namun hingga berita ini diterbitkan, penanggung jawab SPBU belum memberikan tanggapan.
Kapolsek: "Kita Masih Lidik"
Secara terpisah, Kapolsek Kerumutan Ipda Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut.
"Kita masih lidik, karena kita lihat dari foto yang ada tidak kelihatan sedang mengisi dan yang ada di dalam mobil pikap tersebut baru diduga jerigen, kita masih pendalaman. Terima kasih sudah peduli, perkembangan kita infokan," ujar Kapolsek melalui pesan WhatsApp.
Menanggapi hal itu, tim media kembali menyampaikan bahwa menurut hasil dokumentasi di lapangan terdapat sejumlah indikasi yang dinilai perlu didalami, di antaranya bak mobil yang ditutup terpal, seseorang yang diduga memegang penutup jeriken, serta informasi masyarakat mengenai dugaan pengisian Solar subsidi pada 15 Juli 2026.
Tim media juga meminta agar penyelidikan turut mencakup rekaman CCTV SPBU, data transaksi dispenser, serta riwayat penggunaan barcode MyPertamina pada waktu kejadian untuk memastikan apakah penyaluran BBM subsidi telah sesuai ketentuan.
Setelah menerima tambahan informasi beserta dokumentasi foto tersebut, Kapolsek Kerumutan memberikan tanggapan singkat:
"Terima kasih infonya."
Masyarakat berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan objektif, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV, data transaksi pengisian, serta klarifikasi terhadap pengelola SPBU dan pihak yang menggunakan kendaraan tersebut, sehingga dapat dipastikan apakah terdapat pelanggaran atau tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Catatan redaksi: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini belum merupakan kesimpulan hukum. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran maupun tindak pidana menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.
TIM



