PEKANBARU, SENTRALNEWS88.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 Agustus 2026. Penyesuaian harga dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah dikutip dari riau.antaranews.com.
Untuk wilayah Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax (RON 92) turun sebesar Rp350 per liter dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp16.650 per liter. Sementara Pertamax Turbo mengalami penurunan lebih signifikan, yakni Rp1.050 per liter dari Rp20.150 menjadi Rp19.100 per liter.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala guna menjaga keseimbangan antara daya saing harga, kondisi pasar energi global, dan keberlanjutan pasokan energi kepada masyarakat.
"Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah," ujar Fahrougi.
Selain wilayah Riau, penurunan harga juga berlaku di Aceh dan Sumatera Utara. Di dua provinsi tersebut, harga Pertamax turun dari Rp16.650 menjadi Rp16.300 per liter, sedangkan Pertamax Turbo turun dari Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.
Khusus kawasan Free Trade Zone (FTZ), Pertamina juga melakukan penyesuaian harga. Di FTZ Sabang, harga Pertamax turun dari Rp15.250 menjadi Rp14.950 per liter. Sementara di FTZ Batam, harga Pertamax turun dari Rp15.500 menjadi Rp15.150 per liter dan Pertamax Turbo turun dari Rp18.350 menjadi Rp17.400 per liter.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok BBM di seluruh wilayah operasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan.
Dengan penurunan harga ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati produk BBM berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif di tengah dinamika pasar energi global.*

