Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

file-000000004af871fa8c0a322a56b4775c

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hingga Jumat (31/7/2026), Belum Ada Informasi Perkembangan Lidik

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T15:06:38Z

 


PELALAWAN, SENTRALNEWS88.COM - Hingga Jumat (31/7/2026), tim media mengaku masih belum menerima informasi perkembangan hasil penyelidikan (lidik) dari Polsek Kerumutan terkait dugaan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite ke dalam jeriken yang berada di bak mobil pikap putih di SPBU Kompak 16.283.084 Air Kuning.

Padahal sebelumnya Kapolsek Kerumutan, Ipda Budi Santoso, telah menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi dan dokumentasi yang disampaikan media.

Dalam dokumentasi yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian, terlihat transaksi pengisian Pertalite pada dispenser digital dengan nilai sekitar Rp660 ribu. Selain itu, terdapat visual seseorang yang berada di dekat kendaraan sambil memegang plastik yang diduga digunakan untuk menutup wadah atau jeriken yang berada di dalam bak mobil yang ditutup terpal.

Sementara itu, seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut bahwa SPBU tersebut dikenal masyarakat setempat dikelola oleh pihak yang disebut bernama Ujang sebagai pemilik dan Bambang sebagai penanggung jawab. Warga tersebut juga menyebut adanya seseorang bernama Rendi yang disebut-sebut sebagai koordinator lapangan pengisian BBM kepada para pembeli BBM dalam jumlah besar. Namun informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

"Dulu diduga menggunakan jeriken secara terbuka, sekarang sepertinya sudah berubah modus agar tidak mencolok dan tidak menjadi sorotan. Itu informasi yang berkembang di masyarakat," ujar narasumber.

Menurutnya, dokumentasi yang dimiliki media dan laporan masyarakat dinilai cukup untuk menjadi bahan pendalaman aparat penegak hukum.

"Di foto terlihat ada transaksi pengisian Pertalite sekitar Rp660 ribu, ada orang memegang plastik yang diduga penutup jeriken, dan ada dokumentasi lain yang sudah disampaikan. Karena itu masyarakat berharap hasil lidik dapat disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi," katanya.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kerumutan mengenai hasil pendalaman, pemeriksaan CCTV, data transaksi pengisian, maupun klarifikasi terhadap pihak pengelola SPBU dan pengguna kendaraan yang dimaksud.

Catatan Redaksi: Seluruh informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, identitas pihak-pihak yang disebut oleh narasumber, maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran hukum merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

TIM

×
Berita Terbaru Update